Weblog

Semua bisa melakukan kalau kita mau belajar dan berjuang dengan sungguh-sungguh.
Hobi “Internet” dapat mendatangkan penghasilan yang tidak sedikit. Tidak ada akal-akalan, tidak ada tipu-tipuan, tidak melanggar hukum dan semuanya legal, Tidak ada jam kerja khusus, hanya diperlukan koneksi internet yang dapat kita jumpai di setiap tempat serta tentu saja perjuangan. Mahasiswa, pengusaha, karyawan dan PNS bahkan ibu rumah tanggapun bisa.
Kini kami membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk mengikuti pelatihan berbasis bisnis online, dan sekaligus kami Lembaga Pendidikan pertama di Yogyakarta yang menyelenggarakannya. Bagaimana cara membuat weblog, cara daftar ke Google dan program lain hingga bagaimana web kita menghasilkan ratusan hingga ribuan dolar perbulan, ikuti saja program Weblog & Google Adsense yang kami selenggarakan. Anda akan dibimbing oleh instruktur-instruktur YES yang telah berpengalaman dan sukses meraup dolar tiap bulan dari Adsense dan bisnis online ini dengan cara-cara yang benar sesuai aturan yang berlaku.
Materi :
-
Apresiasi bisnis online, Apa itu Weblog, Pembuatan Account Google, Pembuatan Blog, Posting, Pengeditan layout Blog, Pendaftaran Adsense, Pemasangan script Adsense, Pengenalan Text-Link-Ads dan program Affiliate, Tips dan Trik.
Lama Program :
- Program berlangsung singkat dalam 5 sesi materi @ 2 jam dan 1 sesi konsultasi
Fasilitas :
- Internet Online, Modul, Block note dan Free internet access selama 5 sesi pasca pelatihan.
Untuk informasi dan pendaftaran silahkan Anda hubungi customer service kami Ms. Mira / Ms. Dona di 0274 376 623 selama jam kerja …..
Meraup Dolar di Dunia Maya
Kisah sukses para pebisnis online. Dikutip dari KORAN TEMPO, Suplemen, Jum’at tanggal 05 Oktober 2007
Bisnis Google Adsense menjanjikan pendapatan ribuan dolar per bulan.
Jangan melihat seseorang dari tampang dan penampilan, apalagi bila itu adalah Cosa Aranda. Penampilannya yang menjurus dekil telah menyembunyikan sosoknya sebagai pebisnis sukses. “Saya sering di-cuekin saat membeli barang gara-gara penampilan,” katanya melalui surat elektronik kepada Tempo pada Kamis pekan lalu. Padahal pemuda 28 tahun itu berpenghasilan US$ 5.000-10.000 per bulan. Kalau ditukar rupiah, berarti Rp 46-92 juta per bulan. Modalnya hanya seperangkat komputer, sambungan Internet, dan “duit receh” untuk membiayai domain dan hosting di dunia maya. Sumur duitnya adalah situs-situs Internet yang dibangun dan dikelolanya sendiri. Situs-situs itu terdaftar dalam program Adsense dari Google. Program inilah yang memberi mahasiswa tingkat akhir di sebuah sekolah tinggi swasta di Kota Surabaya, Jawa Timur, itu penghasilan besar. Adsense adalah layanan iklan berbasis teks yang ditujukan untuk mendistribusikan iklan-iklan yang masuk ke situs mesin pencari Google. Program ini diluncurkan pada 2003. Google menempatkan sejumlah iklan yang sesuai dengan tema situs yang terdaftar dalam programnya. Para pebisnis Adsense disebut juga publisher akan menerima dolar pada saat pengunjung mengklik iklan yang tampil di halaman situs itu. Situs besar lain, Yahoo! dan MSN dari Microsoft, sebetulnya memiliki layanan serupa. Tapi layanan itu hanya berlaku di wilayah Amerika Serikat. Itulah mengapa Google Adsense, yang menerima publisher dari belahan dunia mana pun, lebih populer. Lagi pula sharing duit iklan itu terbilang paling besar dibanding pesaingnya. Publisher akan mendapat bagian sampai 70 persen, sisanya baru masuk ke kas Google. Pola pembagian yang menggiurkan inilah yang menarik minat Cosa pada pertengahan 2005. “Awalnya hanya coba-coba,” katanya seraya menyebutkan pemasukan pertamanya tak sampai US$ 1. Cosa sampai-sampai membenamkan diri di dalam kamar selama berminggu-minggu untuk memperbaiki penampilan situsnya. Lambat laun pengunjung di situsnya bertambah, seiring dengan peningkatan jumlah duit. Setelah situs-situsnya mapan, Cosa kini giat berpromosi tentang Adsense dan bisnis online lewat sejumlah workshop di berbagai kota. Di situs pribadinya, www.cosaaranda.com, lelaki ini membuka kolom konsultasi dengan peminat berjubel. Cosa pun sudah kembali ke kebiasaan lamanya, membaca komik Dragon Ball dan menonton Anime atau bermain PlayStation dan Nintento Wii. Sesekali dia menyambangi toko buku, walaupun jarang membeli.
“Basah”-nya Adsense juga menarik hati Ujang, seorang lulusan sekolah menengah atas dari Semarang. Ujang adalah nama kecil lelaki kelahiran 1972 itu di dunia maya. Sebelumnya dia kerap memakai nama Hasanz. Cek pertama yang diterimanya pada Juli 2005 bernilai US$ 183. Tapi kini penghasilannya rata-rata US$ 150 per hari atau sekitar Rp 1,3 juta. Duit segitu membuat Ujang menutup kios aplikasi, game telepon seluler, dan nada dering di sebuah mal di Semarang. “Sekarang saya berfokus di bisnis online saja,” kata ayah satu anak yang sedang menanti kelahiran anak keduanya ini.
Dari Kota Gudeg Yogyakarta, jutawan lain bernama Dwi Hermawanto. Dibanding Cosa dan Ujang, lelaki ini sudah bangkotan di bisnis Adsense. Dia membuat situs dan mendaftarkannya hanya beberapa pekan setelah Adsense diluncurkan. Dwi, yang tampil di dunia maya melalui situs www.pogung177.com, menghasilkan duit rata-rata US$ 400 per bulan. Tapi dia juga masih berbisnis online yang lain, yakni Affiliate Marketing, yang diikutinya sejak 2000. Pada bisnis Affiliate, lelaki 27 tahun itu akan mendapat komisi atas keberhasilannya menjual produk-produk yang dijual toko online di Internet. Ditotal-total, kedua bisnis online itu membuat Dwi mendapat duit rata-rata US$ 800 atau Rp 7,3 jutaan per bulan. Kedua bisnis itu, kata Dwi, sama-sama menguntungkan asal dikelola dengan pintar, karena dolar tak datang tiba-tiba. “Harus pintar mencari topik yang sedikit kompetitornya tapi margin permintaannya tinggi,” kata Dwi. Ada pula yang disebut SEO alias Search Engine Optimizer, semacam mata kuliah wajib yang kudu dikuasai seorang publisher. SEO adalah ilmu mendesain situs agar bisa tampil di halaman pertama mesin pencari seperti Google, Yahoo!, atau MSN. Rahasia lain adalah keberuntungan. Kadang kala situs bagus pun jarang pengunjungnya. Sebaliknya, pengunjung situs yang jarang diperbarui malah membeludak. “Jadi banyak berdoa juga,” ujar Dwi terkekeh.
Bisnis di Internet telah membuat pundi-pundi ketiganya membengkak. Selain diputar untuk membeli domain, hosting, dan meningkatkan kapasitas situs, uang berlebih dipakai untuk berbagai keperluan. Cosa dan Ujang, misalnya, giat menabung untuk membeli rumah. Dwi malah mendirikan usaha percetakan digital serta jasa pembuatan situs dan peranti lunak komputer bersama teman-temannya. Kali lain uangnya dipakai untuk biaya kuliah. Ketiganya yakin, bisnis online seperti Adsense tidak akan pernah mati sepanjang jaringan Internet masih bernapas. Namun, mereka juga mewaspadai persaingan yang tambah ketat. Kadang kala ada saja publisher yang main kotor. Dwi pernah menemukan kasus penjiplakan isi situs publisher dari luar negeri ataupun dari negeri sendiri. Praktek lain yang tak kalah curangnya adalah click fraud. Cosa mengatakan itu terjadi saat seorang publisher mengklik iklan Adsense pesaingnya secara berulang-ulang dalam waktu singkat dan dengan komputer yang sama. Publisher tak berdosa itu akhirnya dihukum oleh Google yang melarang praktek semacam itu. Publisher akan di-banned atau ditendang dari keanggotaan tanpa ampun.
DEDDY SINAGA
Modal Nekat, Berbuah Dollar
Dikutip dari Suara Merdeka CyberNews
Lulus kuliah, cari kerja ternyata susah. Isnaini banting setir. Ia mulai merambah ke bidang lain. Desain grafis, website, dipelajarinya. Modalnya nekat. Bagaimana tidak, ia benar-benar belajar sendiri dari nol! Tapi jangan salah, bulan Januari 2007 ini saja, ia dapat penghasilan $600. Ini belum termasuk penghasilan lainnya, dari mengajar sana-sini.
“Dulu ngambil jurusan Public Relation, kalo gak salah dulu pernah dapat desain grafis, itu aja gak sampe bisa. Kalo belajar web, otodidak semua, belajar sendiri. Malah dari dulu mpe sekarang gak punya komputer . Semuanya minjem . Belajar web malah setelah selese kuliah, coba-coba ngelamar kerja pake ijazah kuliah susah, makanya nekat belajar yang lain biar bisa nyari kerja,” aku Isnaini ketika saya wawancarai lewat yahoo massanger Rabu (7/2) malam.
Itulah sekelumit cerita Isnaini, blogger asal Bima, Nusa Tenggara Barat ini telah tinggal di Yogyakarta semenjak awal kuliah pada tahun 1996. Nama lengkapnya Ahmad Isnaini. Sehari-hari mengajar dan malamnya ngeblog. Alamat blognya www.isnaini.com. Ia mengajar program-program komputer desain dan animasi di Yogya Executive School “YES” dan Smile Group Jogja.
Bagi para blogger maniak, nama Isnaini tentu saja tak asing lagi. Ia termasuk desainer grafis dan web yang tak pelit. Bahkan ia membagi-bagikan template blog karyanya secara gratis. Templatenya ini sudah banyak dipakai oleh blogger lokal sampai mancanegara. Anda bisa melihat-lihat koleksi desain blog atau mendownloadnya di freetemplates.blogspot.com.
Mulanya karena hobi desain web. Blogger lajang yang sudah mulai ngeblog sejak tahun 2002 ini, kemudian bisa membuat template blog sendiri. Dari sana, teman-teman dekatnya minta dibuatkan template. Akhirnya muncul ide untuk membuat template dalam jumlah banyak agar bisa di download oleh siapa saja secara gratis.
Anda barangkali akan bertanya, apa untungnya Isnaini membagi-bagikan templatenya, tanpa dibayar pula?
“Namanya juga hoby, kalo dibilang rugi ya iya juga, misalnya karena banyaknya pengunjung yang datang untuk donwlod template ke blogku, akhirnya lebih banyak biaya yang aku keluarkan untuk hosting, terutama bandwith yg terpakai,” akunya.
Soal penghasilannya $600 itu, tepatnya $602,86, didapatkannya dari google adsense. Dalam hal ini Google membayar pemilik website atau blog yang memasang iklan google di web atau blognya. Mereka kemudian disebut publisher. Besar kecilnya $yang didapatkan oleh publisher dari google beragam, tergantung pada beberapa faktor, diantaranya jumlah pengunjung, per-click, dan lainnya.
Isnaini sendiri mendapatkan dollar dari google setiap bulan, terhitung sejak Desember 2005. Tapi jangan bayangkan dollar itu mengalir begitu saja. Isnaini mendapatkannya dengan usaha keras. Mulanya ia sempat membuat 30 blog sekaligus dalam satu akun adsensennya. Jumlah yang fantantis, bukan? Tapi lama-lama ia kerepotan sendiri. Akhirnya kini ia memutuskan untuk mengelola 15 blog. Sisanya ia berikan kepada temannya yang gabung di program iklan berbayar dari google itu.
Ke-15 blog itu antara lain jogjaponsel.com, isnaini.info, dan masih banyak lainnya. Selengkapnya dicantumkan di sidebar blog isanini.com. Hampir semuanya menggunakan wordpress. Alasannya fasilitasnya lebih lengkap dan gratis. Tapi ada juga yang di blogger: isnaini.blogspot.com, freetemplates.blogspot.com, sexywomanlingerie.blogspot.com, machinerytool.blogspot.com, petsupplystore.blogspot.com.
“Sebenarnya untuk bisa menghasilkan duit dari adsense gak harus pake domain atau hosting sendiri, pake blogspot juga bisa,” tulis Isnaini.
Dari 15 blog itu, yang paling banyak mendatangkan dollar adalah dari isnani.com. Perbulan bisa sampai $100 lebih. Tapi bila dicermati dari konten isnaini.com, hampir semuanya menggunakan bahasa Indonesia, bagaimana bisa menghasilkan adsense sampai $100 lebih?
“Bisa dapat segitu untuk isnaini.com sebenarnya karena memang pengunjungnya banyak. Dari sitemeter yang saya pasang, jumlah visit perhari lebih dari 1000, page impresion nya sendiri sampe 8000 perhari,” jawab Isnaini.
Seperti diakui oleh Isnaini, jumlah $600 memang bukan nilai yang terlalu fantastis di kalangan adsense publisher yang sudah sukses. Di Indonesia, beberapa blogger sudah mendapatkan ribuan dollar dari google adsense dalam sebulan. Namun bagi orang awam, jumlah itu cukup bisa membuat terheran-heran. Dan Isnaini yang mulanya awam dengan urusan pernak-pernik website ini, telah membuktikan.
Siapa adsense publisher atau blogger yang mendapatkan dollar tertinggi dari google adsense?
“Dulu waktu aku masih aktif di adsense-id.com, katanya sih si Cosa. Nggak tau sekarang, aku gak pernah kesitu lagi,” jawab Isnaini. Cosa yang dimaksud memiliki blog di http://www.cosaaranda.com.
Isnaini sekarang punya usaha baru. Ia membuka warung makan bareng temannya di dekat kosnya di Jl. Pramuka KG II/1095 Tegal Gendu - Kotagede. Anda yang sedang berkunjung ke Yogya bisa mampir, siapa tahu dapat gratisan.(Muhamad Sulhanudin)
+++++